Sukabumi – RSUD Jampang Kulon kembali menghadirkan edukasi kesehatan bermanfaat bagi masyarakat melalui Podcast SENADA (Seputar Informasi dan Edukasi Kesehatan Anda) episode ke-49. Kali ini mengangkat topik penting yang banyak dicari warga: “Muda, Sehat, Tapi Kok Kena Stroke? Kok Bisa?”, disiarkan langsung melalui akun TikTok resmi @rsudjampangkulon, Jumat (7/8/2026).
Siaran yang berlangsung interaktif ini menghadirkan dr. Renaldy Pamungkas sebagai narasumber dan dipandu oleh host Raisa Mutiara, A.Md.Keb. Tema dipilih karena kasus stroke kini tidak lagi hanya menyerang lansia, tetapi semakin banyak ditemukan pada usia produktif bahkan kalangan muda.
Dalam penjelasannya, dr. Renaldy menguraikan berbagai faktor risiko pemicu stroke seperti hipertensi tak terkontrol, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, kurang gerak, hingga pola hidup tidak sehat. Ia menegaskan usia muda bukan jaminan terbebas dari stroke.
“Banyak yang mengira stroke hanya milik orang tua. Padahal jika faktor risikonya sudah ada dan tidak dikendalikan, siapa pun bisa terkena. Karena itu, pencegahan lewat pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala menjadi sangat penting,” tegasnya. Narasumber juga mengajak masyarakat mengenali tanda-tanda awal stroke agar pertolongan bisa dilakukan secepat mungkin — semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko kecacatan.
Penyampaian yang dikemas santai dan mudah dipahami langsung mendapat apresiasi luas dari penonton. Rina Nurhayati (32), warga Surade, mengaku mendapat banyak wawasan baru. “Selama ini saya pun berpikir stroke hanya orang tua. Sekarang jadi sadar pentingnya jaga makan, rutin olahraga dan periksa kesehatan. Semoga SENADA terus hadir dengan tema bermanfaat lainnya,” ujarnya.
Senada disampaikan Dedi Kurniawan (41), warga Jampangkulon. “Pemanfaatan media sosial untuk edukasi kesehatan sangat tepat sasaran. Penyampaiannya ringan, mudah dipahami, cukup tonton dari rumah sudah dapat ilmu berharga. Program ini layak terus dikembangkan,” katanya.
Melalui Podcast SENADA, RSUD Jampang Kulon berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan sejak dini terus meningkat. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
(Ah)






