Sukabumi – Warga Kampung Ciporeang, Kedusunan Mekarsari II, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, mengeluhkan kondisi ruas jalan lingkungan Ciporeang–Pangsarahan yang kini rusak parah dan sangat memprihatinkan, Kamis (13/8/2026).
Jalan sepanjang sekitar 700 meter itu merupakan satu-satunya akses utama warga, sekaligus berada di kawasan padat penduduk serta jalur wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu.
Mayoritas warga bermata pencaharian petani padi, buah mangga, dan kelapa. Wilayah ini juga dikenal dengan pemandangan sawah berteras yang indah dan sering dikunjungi wisatawan.
Namun kerusakan jalan kini sangat menghambat aktivitas warga, memicu risiko kecelakaan, hingga turunnya harga jual hasil panen karena sulitnya akses angkutan.
Tokoh masyarakat setempat, Ade Ipo, menjelaskan jalan ini pernah diperbaiki aspal pada tahun 2023 namun tidak bertahan lama akibat kondisi tanah yang labil.
“Harapan kami jika nanti diperbaiki kembali, sebaiknya menggunakan metode cor beton. Jalan ini adalah urat nadi kami untuk mengantar hasil tani dan mengantar anak sekolah,” ujarnya.
Warga memohon perhatian Pemerintah Desa, Kabupaten, Provinsi hingga Pusat agar segera menindaklanjuti kerusakan yang semakin memberatkan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Desa Ciemas Wisnu Handito S.Kom membenarkan ruas jalan ini kondisinya memang sudah rusak parah. Sebelumnya sempat masuk usulan Musrenbang tahun 2025 melalui Bantuan Provinsi Jawa Barat yang rencananya direalisasikan tahun ini. Namun pada tahun 2026 terjadi penyesuaian anggaran, baik Dana Desa maupun Banprov.
“Dengan keterbatasan anggaran saat ini, kami hanya mampu memprioritaskan perbaikan jembatannya saja yang kondisinya sama, sudah rusak parah paska banjir di musim hujan lalu. Untuk perbaikan jalan, ke depannya kami akan berupaya mencari solusi dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar kebutuhan warga ini segera terpenuhi,” jelas Wisnu.
(Ah)






