Coretmerah.com, Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menerima hibah aset tanah dan bangunan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI senilai hampir Rp1,94 miliar. Penyerahan berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/10/2026).
Penandatanganan naskah hibah dan berita acara serah terima Barang Milik Negara (BMN) dilakukan oleh Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK RI Irjen Pol Asep Guntur Rahayu bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar. Kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan korupsi serta peluncuran Sistem Informasi dan Manajemen Portofolio Aset Terintegrasi untuk Kemitraan (SIMPATIK).
Aset yang diserahkan terdiri dari 2 bidang tanah dan bangunan dengan luas total sekitar 19.700 meter persegi, merupakan barang rampasan negara dari perkara tindak pidana korupsi yang telah melalui proses hukum hingga putusan pengadilan.
“Dengan dikembalikan kepada Pemkab Sukabumi, aset ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Irjen Asep Guntur. Ia juga membuka peluang bagi Pemkab Sukabumi untuk mengajukan pemanfaatan aset rampasan negara lainnya yang dikelola KPK.
Irjen Asep Guntur turut mengapresiasi peluncuran sistem SIMPATIK yang dikembangkan Pemkab Sukabumi. Menurutnya, digitalisasi pengelolaan aset dapat meminimalkan risiko kehilangan berkas serta kendala administrasi, sehingga lebih efektif dan transparan. “Kami akan melakukan evaluasi ke depan terhadap penerapan aplikasi SIMPATIK ini,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa hibah ini bukan sekadar penambahan inventaris, melainkan amanah yang harus dikelola secara tertib, transparan, akuntabel, dan efektif.
“Penyerahan hibah ini diharapkan tidak hanya menambah daftar aset, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi pembangunan daerah,” ucapnya. Bupati juga menyebut SIMPATIK sebagai bukti komitmen Pemkab Sukabumi memperkuat tata kelola aset berbasis digital, agar aset yang belum terpakai dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.
(Ah)






