Terjebak Biaya Pemulangan, Keluarga Korban TPPO Evi Mentari Masih Menunggu Kepastian Pulang

- Admin

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sukabumi – Sudah tiga pekan berlalu sejak kabar duka itu datang dari Jeddah, Arab Saudi. Namun hingga kini, Erwin Susman (43) masih belum mampu membawa pulang jenazah sang istri tercinta, almarhumah Evi Mentari (37) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Kota Sukabumi yang meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi.

Bagi Erwin, penantian itu terasa begitu panjang. Bukan hanya karena harus menahan rindu yang tak lagi bisa terobati, tetapi juga karena terkendala biaya pemulangan jenazah yang diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta. Nominal tersebut jauh di luar kemampuan Erwin yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online (Ojol yang penghasilannya tidak menentu.

Setiap hari, harapan dan keluarga agar sang istri bisa segera kembali ke tanah air terus dipanjatkan. Ia ingin memberikan penghormatan terakhir kepada perempuan yang telah mendampinginya selama lebih dari dua dekade membangun rumah tangga.

Baca Juga :  Dua Pemuda Dibacok OTK di Simpenan Sukabumi, Sempat Mengejar Pelaku yang Hendak Bacok Temannya

“Saya dan ketiga anak kami sangat ingin melihat untuk terakhir kalinya wajah almarhumah. Hati kami teriris setiap saat jika mengingat almarhumah. Apalagi anak kami yang bungsu. Ia sering bilang meminta ingin melihat wajah mamanya,” ujar Erwin kepada wartawan Minggu (2/8/2026).

Sejak menerima kabar meninggalnya sang istri, Erwin mengaku tak lagi fokus bekerja. Selama tiga pekan terakhir, ia lebih banyak berusaha mencari jalan keluar agar jenazah sang istri dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

“Sudah tiga minggu saya tidak ngojol. Saya hanya berusaha mencari bantuan agar istri saya bisa pulang. Sampai sekarang belum ada titik terang, terutama soal biaya pemulangan jenazah,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, beban hidup keluarga juga semakin berat. Ketiga anak mereka kini untuk sementara tinggal bersama kakak ipar Erwin. Kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya sekolah dan uang jajan anak-anak pun dibantu oleh keluarga saudara.

Baca Juga :  Wabup Andreas Tegaskan Pramuka Wadah Strategis Bentuk Karakter Generasi Muda Sukabumi

“Anak-anak sekarang tinggal bersama uwaknya. Untuk sekolah dan kebutuhan sehari-hari juga banyak dibantu keluarga,” ungkapnya.

Kenangan tentang perjalanan rumah tangga bersama almarhumah masih begitu lekat di ingatan Erwin. Selama 21 tahun membangun keluarga, mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni M. Andira Pratama (19), M. Arga Prawira (14), dan Alkahfi Firdaus (8). Kini, ketiga buah hati itu hanya bisa menunggu kepastian kapan jenazah ibunya dapat kembali ke rumah.

Keluarga yang tinggal di Jalan RA Kosasih, Gang Mahmud, RT 03/RW 05, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, itu masih menggantungkan harapan kepada Pemerintah, para dermawan dan berbagai pihak yang bersedia membantu meringankan biaya pemulangan jenazah.

Baca Juga :  Gembira Pesisir 2026: Kolaborasi Pemerintah dan KKN UGM Dukung Wisata Berkelanjutan di Cisolok

Saat ini, Erwin juga didampingi FGSB (Forum Gerakan Sosial dan Budaya) untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Bersama komunitas pengemudi ojek online, FGSB berencana menggelar aksi penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas agar jenazah Evi Mentari dapat segera dipulangkan ke Sukabumi.

Bagi Erwin, kepulangan jenazah sang istri bukan sekadar perjalanan pulang ke tanah kelahiran, tetapi juga kesempatan terakhir bagi dirinya dan ketiga anak mereka untuk melepas kepergian orang yang paling mereka cintai dengan doa dan penghormatan yang layak.

Di tengah segala keterbatasan, ia masih memelihara satu harapan sederhana: semoga ada tangan-tangan baik yang tergerak membantu, sehingga penantian panjang keluarganya dapat segera berakhir.

(Ah)

Berita Terkait

WNA Tiongkok Diamankan Imigrasi Sukabumi, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Fasilitasi Pencarian Pasangan
Massa Aksi Depan Kejari Sukabumi: Buka Data Proyek Publik, Evaluasi dan Copot Kasi Intel Jika Diperlukan
Perkuat Kapasitas PHS, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Tata Kelola Hidup Sehat di Sukabumi
Hilang Sejak 17 Agustus, Jenazah Ahmad Nadif Fadilah Ditemukan di Pantai Dolpin Citepus
Ramah Tamah dengan Pahlawan dan Veteran, Wabup Andreas Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Perjuangan
HUT RI ke-81: Bendera Merah Putih 300 Meter Dibentangkan di Pantai Karanghawu Sukabumi
Wabup Sukabumi Peringati HUT RI di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Tekankan Makna Perubahan Diri
Peringatan Kemerdekaan RI ke-81, Pemkab Sukabumi Genjot Infrastruktur hingga Ekonomi Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:34 WIB

WNA Tiongkok Diamankan Imigrasi Sukabumi, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Fasilitasi Pencarian Pasangan

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Massa Aksi Depan Kejari Sukabumi: Buka Data Proyek Publik, Evaluasi dan Copot Kasi Intel Jika Diperlukan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Perkuat Kapasitas PHS, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Tata Kelola Hidup Sehat di Sukabumi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:59 WIB

Hilang Sejak 17 Agustus, Jenazah Ahmad Nadif Fadilah Ditemukan di Pantai Dolpin Citepus

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Ramah Tamah dengan Pahlawan dan Veteran, Wabup Andreas Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Perjuangan

Berita Terbaru