Tertemper KA Pangrango 227a di Cibadak, Warga Karangtengah Meninggal Dunia

- Admin

Jumat, 25 September 2026 - 03:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Coretmerah.com, Cibadak – Musibah memilukan menimpa warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Seorang perempuan warga setempat meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Pangrango nomor perjalanan 227a yang melaju dari Sukabumi menuju Bogor Paledang. Peristiwa terjadi di lintasan rel kereta api di Kampung Babakan, RT 005/RW 007, pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.

Korban telah diidentifikasi bernama Mimin, lahir di Sukabumi pada 1 Juli 1963, berprofesi sebagai ibu rumah tangga sekaligus pedagang ayam goreng, beralamat di lokasi kejadian. Ia berstatus janda dan sehari-hari tinggal bersama seorang anak.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Kapolsek Cibadak AKP Joko S. Supono menguraikan kronologi peristiwa:

“Bermula saat seorang pengendara sepeda motor melintas di sekitar tempat kejadian dan melihat peristiwa tersebut, lalu segera memberitahukan warga sekitar. Saksi dan warga yang menuju lokasi mendapati korban terbaring tak bernyawa di samping rel kereta api dengan luka pada bagian wajah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Atasi Kekeringan, Polres Sukabumi Kirim Bantuan Air Bersih ke Kampung Pasir Honje

Kepala Stasiun Karangtengah Cibadak turut membenarkan kejadian tersebut. Kereta Api Pangrango nomor 227a bergerak dari arah Sukabumi menuju Bogor Paledang. Saat mendekati lintasan, masinis telah berulang kali membunyikan klakson peringatan dari jarak jauh hingga dekat, namun korban tetap menyeberangi rel sehingga kecelakaan tidak terhindarkan.

Baca Juga :  Kades Tamanjaya Positif Narkoba, Bupati Asep Japar Serukan Perang Melawan Narkotika Seluruh Perangkat Desa Sukabumi

“Dari keterangan warga dan keluarga, korban diketahui mengalami gangguan pendengaran, yang diduga menjadi salah satu penyebab tidak mendengar bunyi peringatan kereta,” jelas Kapolsek.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk penanganan lebih lanjut dan telah diketahui oleh pihak keluarga. Penanganan kasus ini kini ditangani secara resmi oleh Unit Laka Lantas Polres Sukabumi guna mengungkap sepenuhnya peristiwa tersebut.

(Ah)

Berita Terkait

Hari Kedua Pencarian Dua Wisatawan Hilang di Pantai Cibuaya, Disisir dari Darat, Laut, dan Udara
Kemnaker Buka TMT ABT Batch 2: Tingkatkan Keterampilan, Luaskan Lapangan Kerja
Kemarau Belum Usai, Polres Sukabumi Salurkan Air Bersih Hingga Malam ke Desa Mekarsari Ciracap
Dukung Program KB, Bupati Sukabumi Tinjau Langsung Pelayanan MOW dan MOP di RSUD Sekarwangi
Dari Hasil Laut Hingga Tumpeng, Inilah Makna 5 Simbol Kirab Jampana DPC Ciemas
Terseret Ombak Besar di Pantai Cibuaya, 3 Wisatawan Selamat, 2 Masih Belum Ditemukan
IKPMA Cup 2026 Resmi Dibuka, Wabup Sukabumi: Jangan Lupa Jasa Para Guru
Dugaan Gantung Diri di Tegalbuleud, Warga Nangela Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Hari Kedua Pencarian Dua Wisatawan Hilang di Pantai Cibuaya, Disisir dari Darat, Laut, dan Udara

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:40 WIB

Kemnaker Buka TMT ABT Batch 2: Tingkatkan Keterampilan, Luaskan Lapangan Kerja

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:06 WIB

Kemarau Belum Usai, Polres Sukabumi Salurkan Air Bersih Hingga Malam ke Desa Mekarsari Ciracap

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:06 WIB

Dukung Program KB, Bupati Sukabumi Tinjau Langsung Pelayanan MOW dan MOP di RSUD Sekarwangi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Terseret Ombak Besar di Pantai Cibuaya, 3 Wisatawan Selamat, 2 Masih Belum Ditemukan

Berita Terbaru