Jasad Pria Lansia Rusnadi (59) Ditemukan di Jembatan Cilubang Cidolog, Diduga Bunuh Dir

- Admin

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sukabumi – Warga Kampung Tegalega, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria lansia yang diduga mengakhiri hidupnya di Jembatan Cilubang, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 05.40 WIB. Korban teridentifikasi sebagai Rusnadi (59 tahun), warga RT 004/002 Desa Tegalega.

Jasad pertama kali ditemukan oleh Rahman (60 tahun), seorang warga yang hendak menyeberangi jembatan—yang menjadi akses penghubung Desa Tegalega dan Desa Mekarsari—untuk berangkat bekerja.

Baca Juga :  Perdana Dilaksanakan, Wabup Andreas Lepas 43 Pemenang Hadiah Umroh Muhibah Ramadhan

“Saat mau melintas, saya melihat sosok orang tergantung dan langsung kaget. Saya tidak jadi menyeberang dan balik memberitahu warga sekitar,” ungkap Rahman kepada awak media.

Setelah bersama warga memastikan keadaan, kejadian segera dilaporkan ke pengurus RT, Pemerintah Desa Tegalega, dan Polsek Sagaranten.

Sekitar pukul 07.00 WIB, tim gabungan termasuk Camat Cidolog, Unit Reskrim Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, Satpol PP, P2BK Cidolog, dan UPTD Puskesmas Cidolog tiba di lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan evakuasi.

Baca Juga :  Baru Beberapa Bulan Menjabat, Kapolres Sukabumi Berhasil Bongkar Penyelundupan Ribuan Benur

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain kain sarung berwarna biru motif kotak-kotak, kaos hitam, dan celana dalam yang digunakan korban.

Menantu korban, Rita Yani (32), mengaku baru mengetahui kejadian dari laporan warga dan tidak tahu pasti jam korban keluar rumah.

Baca Juga :  Sinergi KKP, KNMP Ciwaru dan SPPG Ciemas: Hasil Laut Nelayan Jadi Menu Gizi Anak Sekolah

Ia menyebut korban sudah lama menderita depresi. “Kami menerima peristiwa ini sebagai takdir dan tidak akan menuntut otopsi,” ujar Rita mewakili keluarga.

Keputusan menolak otopsi telah diperkuat dengan surat pernyataan resmi dari pihak keluarga. Proses evakuasi jenazah berjalan lancar dan kondusif sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dipulasara.

Berita Terkait

WNA Tiongkok Diamankan Imigrasi Sukabumi, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Fasilitasi Pencarian Pasangan
Massa Aksi Depan Kejari Sukabumi: Buka Data Proyek Publik, Evaluasi dan Copot Kasi Intel Jika Diperlukan
Perkuat Kapasitas PHS, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Tata Kelola Hidup Sehat di Sukabumi
Hilang Sejak 17 Agustus, Jenazah Ahmad Nadif Fadilah Ditemukan di Pantai Dolpin Citepus
Ramah Tamah dengan Pahlawan dan Veteran, Wabup Andreas Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Perjuangan
HUT RI ke-81: Bendera Merah Putih 300 Meter Dibentangkan di Pantai Karanghawu Sukabumi
Wabup Sukabumi Peringati HUT RI di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Tekankan Makna Perubahan Diri
Peringatan Kemerdekaan RI ke-81, Pemkab Sukabumi Genjot Infrastruktur hingga Ekonomi Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:34 WIB

WNA Tiongkok Diamankan Imigrasi Sukabumi, Diduga Salahgunakan Izin Tinggal dan Fasilitasi Pencarian Pasangan

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Massa Aksi Depan Kejari Sukabumi: Buka Data Proyek Publik, Evaluasi dan Copot Kasi Intel Jika Diperlukan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Perkuat Kapasitas PHS, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Tata Kelola Hidup Sehat di Sukabumi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:59 WIB

Hilang Sejak 17 Agustus, Jenazah Ahmad Nadif Fadilah Ditemukan di Pantai Dolpin Citepus

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Ramah Tamah dengan Pahlawan dan Veteran, Wabup Andreas Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Perjuangan

Berita Terbaru