CORETMERAH.COM, Ciemas – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih terus diperluas secara nasional. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan pers di acara Puncak Bulan Bakti sekaligus peringatan HUT ke-27 KKP di kawasan KNMP Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/11/2026).
Menteri menyampaikan bahwa saat ini proses pembangunan KNMP terus berjalan di berbagai wilayah Indonesia.
“Tahun 2025 telah dibangun 100 titik yang mulai beroperasi. Tahun ini sedang dalam proses penyelesaian konstruksi sebanyak 1.269 titik. Harapannya, bulan Mei 2027 nanti semuanya sudah selesai dan beroperasi penuh, dengan total 1.369 titik KNMP,” jelasnya.
Setelah beroperasi, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh di setiap titik KNMP, mencakup volume transaksi, pendapatan, hasil produksi, hingga peningkatan nilai tukar nelayan per periodenya.
Dijawab Menteri, alasan Ciwaru dipilih sebagai lokasi pusat kegiatan bukan berarti mengesampingkan daerah lain. Justru, pendekatan ini dilakukan secara merata di seluruh titik yang telah dibangun.
“Ini adalah bagian dari program prioritas nasional Presiden, membangun masyarakat yang paling pinggir dan paling bawah agar terjadi perubahan ekonomi secara menyeluruh. Saya memilih hadir di sini bukan untuk satu acara di satu tempat, tapi kami lakukan serentak di seluruh Kampung Nelayan Merah Putih yang telah dibangun,” ungkapnya.
Menteri menambahkan bahwa dari 12.000 desa pesisir di Indonesia, setidaknya 5.000 titik perlu dibenahi. Ini menjadi program strategis pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kami juga berkomunikasi langsung dengan nelayan di berbagai titik seperti Tolitoli dan Bone. Kami catat apa yang dibutuhkan, apa yang masih kurang, dan itu menjadi dasar perencanaan pembangunan periode berikutnya,” tambahnya.
Menjawab pertanyaan awak media terkait koperasi yang belum mampu membeli hasil tangkapan nelayan karena keterbatasan modal, Menteri menyampaikan langkah konkret yang sedang disiapkan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BRI untuk memperkuat peran koperasi sebagai pembeli hasil tangkapan. Koperasi Merah Putih akan diberi akses pembiayaan sehingga mampu menjadi penampung utama hasil tangkapan nelayan. Di sisi lain, kami juga menjajaki kerja sama dengan pembeli lokal maupun ekspor agar ikan nelayan langsung terserap pasar,” paparnya.
Terkait keluhan nelayan soal harga dan akses BBM solar bersubsidi yang masih sulit dijangkau, Menteri memastikan hal ini akan menjadi fokus perbaikan ke depan agar subsidi benar-benar sampai langsung ke perahu nelayan, tidak melalui pihak perantara yang membebani biaya operasional.
Menteri juga menginginkan fasilitas rantai dingin yang sudah ada di KNMP Ciwaru dapat dimanfaatkan secara optimal agar kualitas ikan tetap terjaga dan nilai jualnya meningkat, sehingga kesejahteraan nelayan benar-benar terangkat.
(Ah)






