Sukabumi – Bupati Sukabumi H. Asep Japar turun langsung memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan intimidasi, pengancaman, dan pemerasan yang menimpa Kepala SDN Sukaraja II. Peristiwa ini mencuat setelah rekaman video kejadian menyebar luas di media sosial dan memicu sorotan luas masyarakat.
Pada Selasa (1/9/2026), Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PGRI, serta pengawas sekolah menemui langsung Kepala SDN Sukaraja II untuk memastikan kondisi sekaligus memberikan dukungan moral. Kedatangan ini juga menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak mengabaikan persoalan yang berpotensi mengganggu suasana pendidikan.
“Saya datang menemui Ibu Kepala Sekolah yang kasusnya viral di media sosial, didampingi Kadis Pendidikan, Ketua PGRI, dan pengawas. Atas nama Pemkab Sukabumi, kami mengecam keras kejadian tersebut,” tegas Bupati Asep Japar.
Ia menegaskan tindakan oknum tersebut sangat merugikan. Selain mengganggu proses pembelajaran, juga berdampak psikologis bagi para siswa. Lebih dari itu, perbuatan itu dinilai mencederai citra profesi wartawan yang selama ini menjalankan tugas secara profesional.
“Lingkungan pendidikan harus aman dan nyaman bagi semua. Tindakan seperti ini tidak boleh terjadi. Ia juga merusak nama baik rekan wartawan yang bekerja jujur dan profesional,” ucapnya.
Bupati mengimbau Kepala Sekolah untuk tetap tegar dan melanjutkan tugasnya. “Bersabar, tetap semangat. Serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum, biar proses yang berjalan,” pesannya.
Sementara itu, Polsek Sukaraja telah menetapkan seorang oknum wartawan berinisial A-S (45) sebagai tersangka. Penetapan dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti sah berupa keterangan saksi-saksi serta rekaman video terkait peristiwa tersebut. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian dan menghormati proses hukum yang berjalan.
“Pelaku akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap proses ini berjalan transparan dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” pungkas Bupati.
Kehadiran pemimpin daerah ini diharapkan mengembalikan ketenangan warga sekolah, sekaligus menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan wajib dijaga dari segala bentuk tekanan maupun intimidasi.
(Ah)






